ANALISA PERUSAHAAN TENTANG STRATEGI BISNIS

ANALISA PERUSAHAAN TENTANG STRATEGI BISNIS

Nama Perusahaan               : PT. PERTAMINA

Nama Perusahaan Pesaing : PETRONAS

ANALISA PERTAMINA PETRONAS
Tujuan Masa Depan Organisasi profit oriented (komersil), menjalankan usaha inti minyak, gas, dan bahan bakar nabati secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat. Pertamina terus melakukan renovasi, menemukan cadangan baru serta peningkatan kualitas produk BBM, Pelumas, Non BBM yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pasar.  

Petronas didirikan sebagai perusahaan Negara dengan tujuan agar dapat memaksimalkan kemanfaatan, yang berada didalam paying perlindungan Negara, namun dikelola sebagai perusahaan komersial yang mandiri.

  • Tujuan Perusahaan
  • Prioritas Untuk Masa Depan
Pertamina mempunyai tujuan untuk menjadi Perusahaan Minyak Nasional Kelas Dunia. Pertamina dalam usahanya selalu berinovasi melalui gagasan seluruh personel yang dimilikinya, pelaksanaan riset terhadap kualitas produk BBMnya, serta berusaha untuk mempertahankan standard dan mutu segala produknya serta melakukan kontrol terhadap tingkat produksinya. Dengan berpegang pada prinsip kehati-hatian dan manajemen resiko yang handal, Pertamina berharap akan dapat memberikan peluang dan pertumbuhan, sehingga tetap memberikan kontribusi sebagai perusahaan penyumbang APBN Negara Republik Indonesia melalui pembayaran pajak maupun deviden kepada Pemerintah. Petronas sebagai entitas bisnis dengan aktivitas inti disektor migas dan bertanggung jawab untuk mengembangkan dan meningkatkan nilai tambah sumberdaya migas Negara guna berkontribusi bagi kesejahteraan Masyarakat dan Negara. Serta menjalankan Bisnis utamanya yang berupa minyak pelumas. Dengan tujuan untuk dapat mengembangkan dan menambah nilai sumber daya suatu negara. Sehingga kesejahteraan rakyat dan negara dapat tercapai.
  • Tindakan yang mendatangkan resiko
-Salah satu dampak negatif dari kegiatan pertamina baik yang beroperasi di darat maupun lepas pantai, yaitu berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan berupa limbah sludge.

-Kenaikan biaya.

–    kontinuitas pasokan gas untuk memenuhi permintaan industri domestik jangka Panjang.

–    instabilitas keamanan dan politik di suatu negara (embargo ekspor Irak atau krisis energi dunia).

–    Ancaman ketidakpastian regulasi / kontrak kerjasama bisnis di negara setempat;

–    kesulitan menjalin mitra yang sepadan;

-persaingan pasar diantara produsen gas semakin ketat

-anjloknya harga minyak dunia.

 

 

 

–    Limbah

–    Kenaikan biaya.

–    kontinuitas pasokan gas untuk memenuhi permintaan industri domestic dan jangka Panjang.

–    instabilitas keamanan dan politik di suatu negara (embargo ekspor Irak atau krisis energi dunia).

–    Ancaman ketidakpastian regulasi / kontrak kerjasama bisnis di negara setempat;

–    kesulitan menjalin mitra yang sepadan;

–    persaingan pasar diantara produsen gas semakin ketat.

–    anjloknya harga minyak dunia.

Strategi Saat Ini – Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MIGAS baru, Pertamina tidak lagi menjadi satu-satunya perusahaan yang memonopoli industri MIGAS dimana kegiatan usaha minyak dan gas bumi diserahkan kepada mekanisme pasar.

– pertamina sudah menjadi produsen minyak nomor 2 di Indonesia dengan produksi 128 ribu barel perhari dan juga produsen gas nomor 2 dengan produksi 885 MMSCFD (WP&B 2008).

 

Petronas  saat ini berkembang menjadi perusahaan minyak dan gas yang terpadu dan tergintegrasi, beroperasi di 32 negara di belahan dunia termasuk melebarkan sayapnya ke perindustrian minyak diindonesia.

 

  • ·Keadaan Saat ini
  • ·Strategi Saat Ini
• Memfokuskan pada usaha inti di bidang minyak gas dan bahan bakar nabati.

• meletakkan dasar komersial sebagai pertimbangan terpenting dalam semua keputusan bisnisnya.

• Menerapkan prinsip – prinsip tata kelola korporasi setara dengan perusahaan publik.

• Mempekerjakan SDM terbaik di bidangnya baik dari dalam maupun dari luar negeri.

• Membangun lingkungan bisnis yang sehat bersama mitra bisnis yang professional terpercaya dan berintegritas.

• Melakukakan investasi untuk menopang pertumbuhan dengan kemampuan sendiri maupun bekerjasama dengan mitra bisnis yang terpercaya.

• Membangun kemampuan teknologi riset dan pengembangan bersama dengan perguruan tinggi dan lembaga ilmu pengetahuan lainnya.

standarisasi proses dan mekanisme kerja, efisiensi biaya berdasarkan skala dan lingkup ekonomi, inovasi proses dari setiap rantai nilai kegiatan bisnis, intensifikasi kapital dan teknologi, kapabilitas dan kompetensi fungsional, serta bentuk organisasi yang efektif dan

adoptif terhadap perkembangan tekhnologi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Asumsi Untuk BBM dan pelumas, Pertamina mengkonsentrasikan pasar dalam negeri. Untuk gas dan non fuel, selain dalam negeri juga merambah ke pasar asia tenggara, amerika, dan eropa. Untuk bahan petrokimia, pasar yang dituju adalah dalam negeri dan asia.

Pertamina membangun diri menjadi perusahaan kelas wahid di kawasan Asia Tenggara, bahkan belakangan ada yang menyebut target Asia Pasifik, karena nyatanya di kawasan Asia Pasifik Pertamina semakin menunjukkan gejala eksistensinya.

 

Memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari kemungkinan dampak buruk faktor-faktor eksternal.
Memposisikan unit bisnis strategis sektor hulu sebagai lokomotif keunggulan daya saing bisnis dan perluasan serta pengembangan prospek pasar potensial sektor bisnis hilir di arena internasional.
Adanya dorongan pesatnya pertumbuhan dan peningkatan kinerja finansial, profitabilitas, efisiensi, dan produktifitas bisnis di arena domesti, dan keterbatasan sumber migas domestik.
Kemajuan dari kemampuan daya saing SDM perusahaan.
Mengeksploitasi daya saing domestik yang telah dimiliki untuk memanfaatkan keunggulan komparatif negara lain.
Mencari peluang pasar dan bisnis bagi unit bisnis dan industri lain serta perluasan jaringan distribusi dan pangsa pasar.

 

  • ·Asumsi persaingan masa depan
  • ·Asumsi strategis
Pertamina membangun hubungan kerjasama dengan Negara timur tengah dalam penyediaan bahan mentah, dan juga bekerjasama dengan perusahaan oil company dalam bidang pengeboran seperti Caltex, Total, Ekspan.  Pertamina mengkonsentrasikan pasar dalam negeri, selain itu juga merambah ke asia tenggara, amerika dan eropa (gas & non fuel). Memperluas jaringan bisnis EP migas di suatu kawasan berintensitas persaingan relatif randah: Afrika (Nigeria dan Aljazair); Tim-Teng (Oman & Qatar); Asia Tengah (Azerbaijan dan Kazakstan), dan Cina.
Meningkatkan orientasi bisnis E&P gas di Thailand dan Indonesia guna mengamankan pasokan gas domestik jangka panjang.
Kemampuan  

Belum memiliki kerangka konsep startegi baku pada penerapan pola aliansi bisnis..
Koordinasi kendali manajemen dan bisnis diantara unit-unti bisnis internasional masih relatif rendah.

Birokrasi yang terlalu berbelit karena secara operasional pertamina dikendalikan oleh DKPP (dewan Komisaris Perusahaan Pertamina) yang terdiri dari 5 menteri. Hal ini menyebabkan berbelit-belitnya dalam pengambilan setiap keputusan dan menghambat dalam pengurusan beragam perizinan.

Kuantitas SDM dengan standar kualitas daya saing yang dibutuhkan masih belum memadai

Keterbatasan dana untuk melakukan ekspansi ke dunia internasional.

 

Keterbatasan sumber dan struktur pendanaan untuk investasi, ekspansi ke bisnis non-core sebagai fenomena success trap.

Belum memiliki standar strategi pengembangan bisnis lebih lanjut diantara sektor hulu dan hilir. Rendahnya aset cadangan sumber migas dan pasar domestic, serta meningkatnya konsumsi energi bagi industri.

  • ·Kelemahan
  • ·Kekuatan
Memiliki komitmen bisnis tinggi untuk meningkatkan daya saing dan kredibilitas perusahaan diseluruh level/elemen organisasi. Menguasai cakupan bisnis sektor hulu dan hilir migas secara sinergis, dengan struktur organisasi dan menajemen moderen yang desentralistik, mandiri, dan berorientasi profit dengan sasaran pertumbuhan jangka Panjang yang berkelanjutan. Petronas dikelola sebagai sebuah perusahaan komersial. Petronas hanya bertanggung jawab kepada perdana menteri (pada tingkat konsultatif), sehingga  petronas terbebas dari batasan dan pemikiran birokratik sehingga cukup leluasa untuk mengembangkan bisnisnya.
  • ·Jarak Perbedaannya
Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kedua perusahaan minya ini, terlihat dari manajemen dan ekspansi yang telah dilakukan.

Pertamina masih bermasalah terhadap proses manajemen yang berbelit tetapi sekarang telah berkembang lebih baik semenjak berubah menjadi PT,  telah merambahi ladang-ladang minyak di sejumlah negara. tahun 2006 ke Libya, lalu ke Sudan (2007), Qatar (2009), dan Australia (2009). Pertamina semakin semangat mengakuisi blok-blok migas yang potensial dari pengelola sebelumnya. Juga membeli Participating Interest (PI) atas blok-blok yang masih ekonomis.

Petronas belajar mengelola perminyakan dari Indonesia dengan mengadopsi Production Sharing Contract (PSC) yang semula dicetuskan oleh Indonesia dan diterapkan di Pertamina. Tetapi dengan kerjasama Petronas dengan pemerintahnya serta iklim investasi di Malaysia yang lebih baik maka Malaysia lebih berhasil dalam mengaplikasikannya disbanding Indonesia dengan Pertaminanya..

Konsumen  

Konsumen dalam negeri

 

Konsumen dalam negeri (malaysia) dan  luar negeri

  • ·Konsumen Utama
  • ·Sebab Konsumen senang menggunakan produk anda
–          Nasionalisme, (menyangkut permasalahan Indonesia-malaysia),

–          Kualitas,

–          Harga yang relative murah,

–          Bersubsidi.

–          Kualitas (produk dengan angka oktan yang lebih tinggi dibanding beberapa produk pertamina ).

–          Pelayanan.

Distribusi  

Pasar sasaran utama pertamina yaitu dalam negeri, pertamina harus berusaha meraih simpati konsumen lokal, meningkatkan aspek pelayanan pada konsumen melalui program SPBU Pasti Pas. Serta,  merencanakan pembangunan SPBU internasional.

 

Petronas terus melancarkan strategi global dalam melakukan strategi pemasaran produknya yaitu dari aspek kualitas jauh lebih baik dan pelayanan yang prima.

  • ·Strategi pemasaran produksi

 

Sumber :

–           Sugiharto,Riant Nugroho & Ricky S. “BUMN Indonesia: Isu, kebijakan, dan strategi”. Elex media komputindo. Jakarta. 2005

–          Nugraha. “Diktat Pemasaran dan Studi Kasus pemasaran”. 2004

–          http://www.petronas.com.my/about_us/vision.aspx

–          http://syaifuddinrahmat.blogspot.com/2010/02/analisa-strategi-pertamina.html

–          http://www.pertaminabaru.blogspot.com/

–          http://www.pertamina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=80&

–          http://www.pertamina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3174

–          http://fatarana.wordpress.com/2010/02/04/pertamina-vs-petronastetangga-yang-berbeda-nasib/

–          http://deedeecaniago.multiply.com/journal/item/1502/.PETRONAS_Dulu_Kami_Belajar_dari_Pertamina

–          http://www.tribun-timur.com/read/artikel/119107/CITIZEN-REPORTER-Warga-Nunukan-Lebih-Suka-Gas-dari-Petronas

–          http://219.83.122.194/web/index.php?option=com_content&view=article&id=8710:pertamina-siap-hadapi-cafta&catid=44:ekonomi&Itemid=111

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s